Jam pun menunjukkan jam 5 sore, Denny dan Edo pun bergegas untuk pulang karena sudah terlalu sore. Dengan keadaan adikku yang masih bangun ini, aku, Denny dan Edo menuruni tangga. Denny dan Edo menghampiri kak Rina dan pamit, tapi ntah kenapa wajah kak Rina memerah ketika melihat aku. Aku gak ambil pusing dan mengantar Denny dan Edo pulang di depan teras rumahku. Ketika aku bergegas masuk lalu aku menghampiri kak Rina yang ada di ruang TV. Anehnya kak Rina begitu kaku dengan perilaku ku, padahal aku hanya menghampiri dan ingin menceritakan tentang kerja kelompok bersama teman temanku. Tapi karena kak Rina begitu kaku, setiap memandang ke wajahku sesekali dia buang muka lalu melihat ke TV. Karena dia begitu aneh, aku pun enggak jadi menceritakan lalu aku naik ke atas dan ke kamarku. Aku berbaring dan masih terbayang baying akan adegan video terakhir tersebut. Mengintip lalu bermain di dalam wc, aku merasa ingin seperti itu. Tapi aku kebingungan dengan siapa aku harus bermain seperti itu. Tak lama terdengar suara pintu WC tertutup, ternyata kak Rina masuk ke dalam WC dan mandi. Ntah siapa yang membisikkan bahwa aku harus mengintip kak Rina yang lagi mandi, karena aku sangat Horny aku pun mengendap endap menuju ke depan pintu WC tersebut.
Aku kebingungan, di Video pintu WCnya kan rusak jadi pintunya hanya terbuka sedikit jadi bisa di intip. Kalau rumah aku beda, pintu wcnya kan betul betul aja dan tertutup rapat. Aku kebingungan setengah mati, lalu aku ad aide. Aku mengintip ke lubang kunci di pintu WC tersebut. Dan WOW! Aku benar benar melihat tubuh kak Rina sedang telanjang tanpa ada sehelai benangpun yang lagi mandi menggunakan Shower. Dia bernyanyi nyanyi seakan akan enggak ada yang mengintipnya.
Aku menikmati pemandangan tersebut, kemolekan tubuh tersebut, putih walaupun agak sedikit kurus, yang paling membuatku begitu horny ketika melihat di bagian paha dan pantatnya. tak lama setelah itu dia selesai mandi. Aku bergegas membalikkan badanku. Sialnya, ketika aku berlari melewati dapur. Aku tak sengaja menyenggol botol minuman Mineral di meja dan terjatuh. Karena begitu kaget aku meninggalkan segera botol tersebut dan berlari menuju ke kamarku di lantai 2.
Dan aku pun berpura pura baring di kamarku seakan akan tidak terjadi apa apa. Pas jam 7, adik kecilku udah enggak menegang dan kak Rina pun berteriak dari bawah mengajakku makan malam bareng. Aku dengan santai turun kebawah dan melihat kak Rina dengan berpakaian serba ketat, Kaos kuning yang membungkus tubuh indahnya itu dan celana super pendek membungkus pahanya itu.
Lalu aku menghampiri kak Rina yang ada di meja makan dan kami makan sambil mengobrol seperti biasanya. Aku bersyukur kak Rina enggak lagi kaku sama aku, waktu dia kaku dengan aku. Aku mengira bahwa dia telah merasa tidak diperdulikan aku karena aku bersama temanku tadi. Setelah makan kami pun nonton tv bareng. Karena aku kepingin tahu, kenapa tadi dia merasa kaku denganku aku pun bertanya kepadanya dengan berwajah polos.
“Kak Rina.” Sahutku sambil memulai pembicaraan.
“Apa, ndi?”
“Anu, tadi kenapa kak Rina kaya canggung gitu pas aku abis nganterin temanku. Terus sebelumnya kak Rina mukanya merah ngeliat aku kaya malu malu gitu. Emangnya ada yang salah dengan aku kak?” tanyaku dengan berwajah polos.
Kak Rina hanya terdiam, lalu wajahnya memerah kembali.
“Lah kak? Jawab dong.. Randi jadi merasa aneh tadi pas kakak tiba tiba berubah jadi gitu..”
Kak Rina pun menatapku dengan wajah memerah sambil berbicara tergagap gagap.
“Gi-.. gini lho Randi.. Kamu itu enggak ada salahnya kok..”
“Lah terus? Kalau gak ada salah kenapa kakak tiba tiba kaku dan canggung waktu ngobrol sama aku di ruang tv tadi sore?” Tanyaku
Kak Rina hanya terdiam dan semakin memerah wajahnya.
“Jawab dong kak.. Kalau aku ada salah sama kakak aku minta maaf deh. Sebagai permintaan maaf akan aku lakuin apapun buat kakak. Sumpah deh kak..” Ucapku sambil memelas.
Kak Rina pun memberanikan diri dan ngomong sambil tergagap gagap tapi wajahnya semakin memerah dan matanya sambil merem ngomong sama aku.
“Ya-..yaudah deh.. Ta-.. Tapi sebelumnya kakak minta maaf bukan bermaksud lancang ya Randi..”
“Iye iye, buruan ah ngomongnya. Terus ngapain juga kakak nutup mata ngomong sama aku? Aduh..” jawabku sambil menggaruk garuk kepalaku dengan ekspresi kebingungan.
“Yaudah maaf ya sebelumnya.. Gini lho, Adik kecil Randi tadi bangun.. Kak Rina gak sengaja ngeliatnya.. Makanya kak Rina jadi Malu dan canggung sama Randi..” Kak Rina memberanikan diri menjawab pertanyaanku.
“Aah-.. gara gara itu toh.. Hahaha ngapain musti malu, itu mah biasa aja kali kak hehe.” Jawabku dengan santai dan polos.
“Ih, itu gak wajar tau. Sangat gak wajar.” Jawab kak Rina dengan celetuk.
“Yaudah maaf deh maaf kak. Lain kali aku suruh tidur lagi adik aku ini hehehe.” Jawabku sambil tertawa kecil.
“Ngomong ngomong, tadi pas kakak mandi. Kakak merasa kaya ada orang ya di depen pintu kamar mandi. Lalu botol air mineral jatuh dari meja makan.. pas kakak keluar kamar mandi, kakak liat gak ada siapa siapa.. waktu kakak manggil ternyata Randi lagi di atas. Kakak jadi takut dah kalau sendirian di rumah..” kata kak Rani.
Dan shit! Dengar cerita kak Rina lagi mandi aku jadi terbayang akan kemolekan tubuhnya.Tiba tiba adik kecil aku berdiri lagi dan kali ini berdirinya minta ampun tinggi banget, sampe celana gua tuh nonjolnya udah ga bisa di tutupin lagi. Dan lagi lagi kak Rina melihat itu dan wajahnya memerah. Dan dia pun tersipu malu sambil melihat aku.
Kak Rina menatap wajahku dan menghampiri wajahku dengan dekat dan berbisikkan ketelingaku
“Oh.. Jadi Randi tadi ngintipin kak Rina lagi mandi ya? hihi”
“Aa.. Anu enggak kak!” tegasku
Kak Rina langsung memegang kedua pipiku dan menatap wajahku.
“Udah deh.. Gak usah bohong hihi.” Ucap kak Rina.
Seketika Kak Rina mencium bibirku dan melahap bibirku dengan ganas. Di saat itulah first kiss aku dengan kak Rina. Begitu aneh rasanya, bibirku dan bibir kak Rina bersentuhan tapi karena nikmat aku balas ciuman itu. Aku lumat bibir kak Rina dengan santai, tapi kak Rina begitu ganas hingga aku terbatuk batuk. Dan ciuman kami berhenti sejenak.
“Aduh.. Randi jadi tersedak. Baru pertama kali ya berciuman?”
“Hehe.. I-.. Iya kak..”
“Ndi, Kak Rina boleh jujur?”
“Ya silahkan kak.”
“Sebenarnya, kakak mulai suka sama Randi dari pertama kali bertemu sama Randi. Randi begitu ganteng bagi kak Rina. Dua hari yang lalu pas kak Rina nanyain Randi udah punya pacar atau belum disitu lah sebenarnya kakak benar benar kepingin jujur sama Randi. Tapi Randi ternyata punya gebetan dan Randi begitu polos bagi kak Rina. Jadi kakak mengurungkan niat kakak untuk mengatakan sejujurnya ke Randi..” Ucap kak Rina sambil mengelus ngelus pipiku.
Ntah mengapa jantungku begitu berdegup kencang, seperti pertama kali bertemu dengan kak Rina. Lalu aku pun mengatakan kejujuranku ke kak Rina.
“Sebenarnya, Randi juga mau jujur sama kakak.. Randi juga mulai suka sama kakak 6bulan terakhir ini. Ntah kenapa.. Kita selalu bersama sama. Senang, Sedih, canda tawa selalu bersama kakak yang selalu hadir buat aku berbeda dengan kedua orangtua ku. Dan ternyata Randi mulai sayang sama kakak. Padahal sebenarnya Randi mau mengurungkan niat ini dan tetap ingin menganggap kakak sebagai kakak Randi. Tapi Randi tetap enggak bisa, Randi udah benar benar sayang sama kakak ternyata.. kakaklah orang yang special bagiku…” Jawabku sambil membelai rambut kak Rina dengan lembut dengan rasa sayang yang begitu mendalam.
“Ternyata kita memiliki perasaan yang sama ya, ndi..” ucap kak Rina.
Lalu kak Rina pun menciumku lagi, kali ini aku sudah tau cara berciuman aku pun membalas ciumannya. Di saat aku berciuman, dia memasukkan lidahnya ke dalam mulutku aku sedot lidahnya dan wajah kak Rina pun kembali memerah. Aku pun membalasnya aku memasukkan lidahku ke dalam mulut kak Rina, dan kak Rina menyedotnya. Sensasi yang begitu nikmat telah aku rasakan, adikku kembali bangun. Tiba tiba Kak Rina melepaskan ciumannya lalu meraba adikku ini dengan lembut. Aku merasakan sensasi yang begitu sangat sangat nikmat ketika adikku disentuk olehnya.
“Randi, kamu yakin kamu memang sayang dan cinta sama kakak?”
“Aaah.. Ssshh…Ya, aku yakin kak.. Sangat.. Banget…” jawabku sambil mendesah.
“Bisa kamu buktikan?” Tanya Kak Rina sambil mengusap usap boxerku dengan lembut.
“Bis-..Bisaa… Aah..” Aku menjawabnya sambil mendesah desah.
“Ayo ke kamar kakak” Dia pun berhenti mengelus elus boxerku, dan menggenggam tanganku dan menuntunku ke kamarnya.
“La-.. Lalu ngapain kak?” tanyaku dengan polos, tapi tiba tiba aku berfikir apakah aku akan melakukan adegan itu seperti yang di video?
“Kamu berbaring di kasur kakak sekarang.” Jawab kak Rina sambil menyuruhku.
“Oh.. Okelah” aku pun menurutinya.
Aku pun berbaring, lalu kak Rina berada di atas tubuh ku. Dia menciumi ku lagi tapi hanya sebentar, lalu dia turun kebawah dan perlahan lahan melepaskan celana boxerku.
“Kak? Lah kakak ngapain dah?!” Tanyaku kaget.
“Hm.. Katanya mau dibuktiin?” Kak Rina kembali bertanya.
“Eh.. I-..Iya..” Aku hanya terdiam dan mengikuti permainan kak Rina.
Celana boxerku pun terlepas sekarang hanya celana dalamku, dan wow shit. Adikku berdiri dengan tegak di balik celana dalamku. Wajah kak Rina kembali memerah, merahnya merah banget karena malu melihat adikku bangun. Lalu diapun membuka celana dalamku, dan JRENG! Adikku berdiri dengan tegak di depan wajah kak Rina. Perlahan kak Rina mengocok ngocok adikku, aku merasa kegelian dan kejang kejang. Tapi karena nikmat, aku biarkan saja kak Rina memainkan adikku.
“Gak nyangka ya.. Adik Randi gede banget.. Padahal baru 14tahun, Randi ini udah seumuran kakak soalnya Adiknya Randi ini gede banget..” ucap kak Rina sambil tersenyum senyum. Aku hanya terdiam sambil menikmati permainan kak Rina. Persis seperti di Video si pembantu memainkan adiknya si Majikan tetapi dengan posisi berbeda, kalau di video posisi pembantu sedang berjongkok si majikan lagi berdiri. Tak lama, kak Rina menundukkan kepalanya lalu ingin menghisap adikku. Aku menahannya,
“Kak?! Ngapain di isep?! Jangan, kotor lho!” bentakku sambil menahan kak Rina.
“Gak apa apa, kontol kamu bersih kok. Udah kakak bersihin dari tadi. Ntar lebih enak kok dari pada yang kakak kocok kocokin. Bole ya?” Tanya kak Rina.
“Oh ya? Yaudah boleh kok kak silahkan..”
Dan.. Urgh.. Sumpah sungguh nikmat tak berujung, kontolku dihisap isapnya dengan lembut betapa enaknya. Naik turun naik turun dia mengisap kontolku, Aku hanya bisa mendesah desah tak karuan karena kenikmatan ini. Terkadang kak Rina tersedak karena keasikan mengisap kontolku yang lumayan gede ini. Dan tiba tiba tubuhku kejang kejang, dan sepertinya gua kencing dan keluar sebuah cairan di dalam mulut kak Rina, gua yakin itu bukan air kencing gua.
“Aaaaah ssssshhhh…!!!” desah gua dengan keras.
“Uhuk.. Uhuk..” Kak Rani tersedak akan cairan tersebut lalu menelannya.
“Aah, tadi gua kencing ya? Lalu kenapa kakak telan?”
“Itu bukan air kencing, randi.. Itu Sperma. Enak lho kalau di telan tapi bagi cewe aja hehe.”
Kak Rina kembali mengisap isap kontolku dengan sangat cepat, padahal kontolku udah melemas tapi kembali tegang karena kak Rina mengisap isap kontolku. Tak lama Kak Rina berhenti dan duduk.
“Randi, sekarang giliran kamu ya..” ucap kak Rina sambil melepas celana pendeknya dan celana dalamnya. Betapa Indahnya Vagina kak Rina, Putih agak merah muda, dan rambut Vaginanya begitu tertata rapi mungkin karena sering dicukurnya.
“Anu.. Di apain kak?”
“Kamu masukin telunjuk kamu sambil kamu isep isep bagian tengahnya ini..”
“Oh.. Begitu.”
Sungguh aneh, di video ini gak ada. Jadi gua begitu gak tau caranya, di video gua lihat langsung kontol dimasukin ke vagina. Tapi gua ikuti aja permainan kak Rina. Gua masukin jari telunjuk gua pelan pelan ternyata masih sempit dan dia mendesah desah. “Ssssh.. Aaaah.. Terus Randi.. Lebih dalem..” ucap Kak Rina. Karena kak Rina minta lebih dalem gua berpindah jari, jadi gua masukin jari tengah gua. Gua masukin lebih dalem lagi karena udah sedikit longgar jadi lebih enak dimasukin. Lalu gua pelan pelan menjilati kelentitnya. Awalnya gua merasa jijik dan mau muntah tapi kelama lamaan rasa jijik itu hilang dan gua merasa nikmat, tak lama setelah itu dia kejang kejang seperti aku lalu ada sebuah cairan keluar dari vaginanya. Ternyata itu yang dinamakan tahap Orgasme ketika kejang kejang.
“Randi.. Tolong masukin kontolmu ke dalem vagina kakak sekarang..” pinta kak Rina
“O-.. Oke kak..”
Dan ini lah yang aku tunggu tunggu, aku perlahan memasukkan kontolku ke dalam vaginanya. Sedikit susah karena masih sempit, Perlahan lahan aku masukkan dan akhirnya JLEB seluruh kontolku masuk kedalam liang vagina kak Rina. Lalu ku mainkan seperti video yang aku tonton, tarik masuk tarik masuk berkali kali. Walaupun agak sedikit capek tapi begitu nikmat, ku genjot berulang ulang kali. Dia mendesah desah terus menerus.
“Sssh.. Aaah.. Aaah.. Terus Randi.. Terus.. Aaah.. Enak Randi.. Terus.. Sayang Aaah..”
Itulah kalimat yang masih mengiang ngiang di kepalaku sampai saat ini.
Tak lama setelah itu, dia orgasme untuk kedua kalinya. Sebuah cairan melumuri kontolku di dalam liang vagina kak Rina. Karena ada cairan, semakin mudah aku memainkan permainan genjotan ini. Semakin cepat ku genjot berulang ulang kali. Sambil ku genjot Kak Rina, Kak Rina menarik baju ku dan menciumiku. Aku membalas ciumannya sambil mengenjot kak Rina. Lalu kak Rina mendorong tubuhku dan kontolku terlepas dari vagina kak Rina. Kak Rina bangun dari posisi berbaring dan membuka baju kaos kuningnya itu dan membuka BHnya. Sumpah.. Betapa sedapnya pemandangan indah tubuh molek kak Rina ini.. kedua dadanya ini tidak begitu besar dan tidak begitu kecil. Ukuran standar, lalu dia menyuruhku menjilati dan menghisap kedua susunya itu. Aku pun menuruti, Aku menjilati susu bagian kirinya sedangkan susu kananya ku remas remas dengan tangan kananku. Begitu nikmat dan enak aku merasakan sensasi seperti ini seumur hidupku. Lalu dia menyuruhku berhenti dan meminta ku kembali memasukkan kontolku ke vaginanya. Kali ini aku sangat bersemangat, Ku naikkan kaki sebelah kirinya dan kuletakkan di bahu kananku. Ternyata benar melakukannya, ini mempermudah permainan genjotanku. Ku masukan kontolku ke dalam liang vagina kak Rina lalu ku genjot lagi berulang ulang kali.
“Randi.. Aaah.. Enak sayang.. Terus.. Buktikan kalau Randi sayang sama kakak.. Aaah..”
Ku genjot dengan semangat ketika mendengar ucapan sayang, dan ternyata kak Rina Orgasme untuk ke tiga kalinya. Betapa hebatnya dia bisa orgasme 3 kali sedangkan aku baru satu kali pas di isep kontolku sama dia. Semakin cepat genjotanku karena telah dibasahi oleh cairan vagina kak Rina. Tiba tiba tubuhku merasa kejang kejang dan CROT! Spermaku telah ku tembakkan ke dalam Vagina kak Rina. Seketika tubuhku lemas tak berdaya, Kak Rina juga lemas. Tetapi dia mengorek ngorek liang vaginanya dan mengisap sperma yang menempel di vaginanya. Kami berdua terkulai lemas dan baring bersampingan.
“Randi.. Betapa senangnya aku bisa bercinta denganmu.. Aku semakin sayang dengan kamu Randi..” Ucap kak Rina dengan menatap wajahku sambil mengelus lembut pipiku.
“Begitu juga aku, kak.. Semakin besar sayang Randi sama kakak..” ucapku dengan nada pelan ke kak Rina.
“Oh.. Randi..” kata kak Rani lalu menciumi bibirku lagi.
Jam pun menunjukkan pukul 9.30 malam. Kami pun bergegas mengenakan pakaian lalu membersihkan diri. Tiba tiba telpon rumah bordering dan ku angkat, ternyata ayah dan mama lembur. Kemungkinan pulang jam 12 malam. Mendengar itu, aku hanya terdiam dan mengajak kak Rina duduk di sofa di ruang tv. Kami menonton tv dan mengobrol ngobrol layaknya seperti sepasang sami istri.
“Randi, tadi sperma kamu masuk ke dalam vagina kakak.. Kalau kakak Hamil gimana?”
Aku tertegun diam, lalu aku berfikir sejenak.
“Randi? Jawab dong.. Kakak kepingin tahu, jawaban kamu. Apakah kamu benar mencintai kakak atau hanya sebagai pelampiasan semata?” Tanya kak Rina sekali lagi.
Lalu aku pun dengan bijak menjawab kak Rina sambil pelan.
“Aku siap kak mengawini dan menikahi kakak. Ini lah resiko ku, Apapun yang terjadi. karena aku benar benar sayang dan cinta sama kakak. Bukan karena nafsu , Aku cinta dan sayang sama kakak karena kita sudah banyak melalui kebersamaan ini.. Aku benar benar sayang sama kakak.” Jawabku dengan tegas sambil menatap wajah kak Rina.
“Randi.. inilah perkataan yang selalu kakak tunggu dari ucapan seorang pria. tiga tahun yang lalu ketika kakak berumur 15 tahun. Pacar kakak waktu itu berumur 17 tahun, dia telah memecahi perawan kakak dan kakak hamil. tetapi dia tidak mau mengawini kakak, dia malah lari tidak berani bertanggung jawab. Dan tak disangka, di saat umurmu yang masih muda ini. Randi berani bertanggung jawab..” Ucap kak Rina.
Awalnya aku hanya terdiam tetapi kak Rina langsung menciumi bibirku dan aku membalasnya dengan rasa sayang tanpa rasa nafsu.
Sampai sekarang, di umurku 18 tahun dan di umur Rina 22 tahun. Terkadang aku masih sering melakukan hubungan seks dengan dirinya, Aku bersyukur waktu aku berumur 14 tahun Spermaku masuk ke Vaginanya ternyata dia tidak hamil(mungkin ketika aku berumur 14 tahun, spermaku belom bisa membuahi) Jadi sekarang kalau aku mau ejakulasi aku tembak keluar agar aman.
“Kak Rina.” Sahutku sambil memulai pembicaraan.
“Apa, ndi?”
“Anu, tadi kenapa kak Rina kaya canggung gitu pas aku abis nganterin temanku. Terus sebelumnya kak Rina mukanya merah ngeliat aku kaya malu malu gitu. Emangnya ada yang salah dengan aku kak?” tanyaku dengan berwajah polos.
Kak Rina hanya terdiam, lalu wajahnya memerah kembali.
“Lah kak? Jawab dong.. Randi jadi merasa aneh tadi pas kakak tiba tiba berubah jadi gitu..”
Kak Rina pun menatapku dengan wajah memerah sambil berbicara tergagap gagap.
“Gi-.. gini lho Randi.. Kamu itu enggak ada salahnya kok..”
“Lah terus? Kalau gak ada salah kenapa kakak tiba tiba kaku dan canggung waktu ngobrol sama aku di ruang tv tadi sore?” Tanyaku
Kak Rina hanya terdiam dan semakin memerah wajahnya.
“Jawab dong kak.. Kalau aku ada salah sama kakak aku minta maaf deh. Sebagai permintaan maaf akan aku lakuin apapun buat kakak. Sumpah deh kak..” Ucapku sambil memelas.
Kak Rina pun memberanikan diri dan ngomong sambil tergagap gagap tapi wajahnya semakin memerah dan matanya sambil merem ngomong sama aku.
“Ya-..yaudah deh.. Ta-.. Tapi sebelumnya kakak minta maaf bukan bermaksud lancang ya Randi..”
“Iye iye, buruan ah ngomongnya. Terus ngapain juga kakak nutup mata ngomong sama aku? Aduh..” jawabku sambil menggaruk garuk kepalaku dengan ekspresi kebingungan.
“Yaudah maaf ya sebelumnya.. Gini lho, Adik kecil Randi tadi bangun.. Kak Rina gak sengaja ngeliatnya.. Makanya kak Rina jadi Malu dan canggung sama Randi..” Kak Rina memberanikan diri menjawab pertanyaanku.
“Aah-.. gara gara itu toh.. Hahaha ngapain musti malu, itu mah biasa aja kali kak hehe.” Jawabku dengan santai dan polos.
“Ih, itu gak wajar tau. Sangat gak wajar.” Jawab kak Rina dengan celetuk.
“Yaudah maaf deh maaf kak. Lain kali aku suruh tidur lagi adik aku ini hehehe.” Jawabku sambil tertawa kecil.
“Ngomong ngomong, tadi pas kakak mandi. Kakak merasa kaya ada orang ya di depen pintu kamar mandi. Lalu botol air mineral jatuh dari meja makan.. pas kakak keluar kamar mandi, kakak liat gak ada siapa siapa.. waktu kakak manggil ternyata Randi lagi di atas. Kakak jadi takut dah kalau sendirian di rumah..” kata kak Rani.
Dan shit! Dengar cerita kak Rina lagi mandi aku jadi terbayang akan kemolekan tubuhnya.Tiba tiba adik kecil aku berdiri lagi dan kali ini berdirinya minta ampun tinggi banget, sampe celana gua tuh nonjolnya udah ga bisa di tutupin lagi. Dan lagi lagi kak Rina melihat itu dan wajahnya memerah. Dan dia pun tersipu malu sambil melihat aku.
Kak Rina menatap wajahku dan menghampiri wajahku dengan dekat dan berbisikkan ketelingaku
“Oh.. Jadi Randi tadi ngintipin kak Rina lagi mandi ya? hihi”
“Aa.. Anu enggak kak!” tegasku
Kak Rina langsung memegang kedua pipiku dan menatap wajahku.
“Udah deh.. Gak usah bohong hihi.” Ucap kak Rina.
Seketika Kak Rina mencium bibirku dan melahap bibirku dengan ganas. Di saat itulah first kiss aku dengan kak Rina. Begitu aneh rasanya, bibirku dan bibir kak Rina bersentuhan tapi karena nikmat aku balas ciuman itu. Aku lumat bibir kak Rina dengan santai, tapi kak Rina begitu ganas hingga aku terbatuk batuk. Dan ciuman kami berhenti sejenak.
“Aduh.. Randi jadi tersedak. Baru pertama kali ya berciuman?”
“Hehe.. I-.. Iya kak..”
“Ndi, Kak Rina boleh jujur?”
“Ya silahkan kak.”
“Sebenarnya, kakak mulai suka sama Randi dari pertama kali bertemu sama Randi. Randi begitu ganteng bagi kak Rina. Dua hari yang lalu pas kak Rina nanyain Randi udah punya pacar atau belum disitu lah sebenarnya kakak benar benar kepingin jujur sama Randi. Tapi Randi ternyata punya gebetan dan Randi begitu polos bagi kak Rina. Jadi kakak mengurungkan niat kakak untuk mengatakan sejujurnya ke Randi..” Ucap kak Rina sambil mengelus ngelus pipiku.
Ntah mengapa jantungku begitu berdegup kencang, seperti pertama kali bertemu dengan kak Rina. Lalu aku pun mengatakan kejujuranku ke kak Rina.
“Sebenarnya, Randi juga mau jujur sama kakak.. Randi juga mulai suka sama kakak 6bulan terakhir ini. Ntah kenapa.. Kita selalu bersama sama. Senang, Sedih, canda tawa selalu bersama kakak yang selalu hadir buat aku berbeda dengan kedua orangtua ku. Dan ternyata Randi mulai sayang sama kakak. Padahal sebenarnya Randi mau mengurungkan niat ini dan tetap ingin menganggap kakak sebagai kakak Randi. Tapi Randi tetap enggak bisa, Randi udah benar benar sayang sama kakak ternyata.. kakaklah orang yang special bagiku…” Jawabku sambil membelai rambut kak Rina dengan lembut dengan rasa sayang yang begitu mendalam.
“Ternyata kita memiliki perasaan yang sama ya, ndi..” ucap kak Rina.
Lalu kak Rina pun menciumku lagi, kali ini aku sudah tau cara berciuman aku pun membalas ciumannya. Di saat aku berciuman, dia memasukkan lidahnya ke dalam mulutku aku sedot lidahnya dan wajah kak Rina pun kembali memerah. Aku pun membalasnya aku memasukkan lidahku ke dalam mulut kak Rina, dan kak Rina menyedotnya. Sensasi yang begitu nikmat telah aku rasakan, adikku kembali bangun. Tiba tiba Kak Rina melepaskan ciumannya lalu meraba adikku ini dengan lembut. Aku merasakan sensasi yang begitu sangat sangat nikmat ketika adikku disentuk olehnya.
“Randi, kamu yakin kamu memang sayang dan cinta sama kakak?”
“Aaah.. Ssshh…Ya, aku yakin kak.. Sangat.. Banget…” jawabku sambil mendesah.
“Bisa kamu buktikan?” Tanya Kak Rina sambil mengusap usap boxerku dengan lembut.
“Bis-..Bisaa… Aah..” Aku menjawabnya sambil mendesah desah.
“Ayo ke kamar kakak” Dia pun berhenti mengelus elus boxerku, dan menggenggam tanganku dan menuntunku ke kamarnya.
“La-.. Lalu ngapain kak?” tanyaku dengan polos, tapi tiba tiba aku berfikir apakah aku akan melakukan adegan itu seperti yang di video?
“Kamu berbaring di kasur kakak sekarang.” Jawab kak Rina sambil menyuruhku.
“Oh.. Okelah” aku pun menurutinya.
Aku pun berbaring, lalu kak Rina berada di atas tubuh ku. Dia menciumi ku lagi tapi hanya sebentar, lalu dia turun kebawah dan perlahan lahan melepaskan celana boxerku.
“Kak? Lah kakak ngapain dah?!” Tanyaku kaget.
“Hm.. Katanya mau dibuktiin?” Kak Rina kembali bertanya.
“Eh.. I-..Iya..” Aku hanya terdiam dan mengikuti permainan kak Rina.
Celana boxerku pun terlepas sekarang hanya celana dalamku, dan wow shit. Adikku berdiri dengan tegak di balik celana dalamku. Wajah kak Rina kembali memerah, merahnya merah banget karena malu melihat adikku bangun. Lalu diapun membuka celana dalamku, dan JRENG! Adikku berdiri dengan tegak di depan wajah kak Rina. Perlahan kak Rina mengocok ngocok adikku, aku merasa kegelian dan kejang kejang. Tapi karena nikmat, aku biarkan saja kak Rina memainkan adikku.
“Gak nyangka ya.. Adik Randi gede banget.. Padahal baru 14tahun, Randi ini udah seumuran kakak soalnya Adiknya Randi ini gede banget..” ucap kak Rina sambil tersenyum senyum. Aku hanya terdiam sambil menikmati permainan kak Rina. Persis seperti di Video si pembantu memainkan adiknya si Majikan tetapi dengan posisi berbeda, kalau di video posisi pembantu sedang berjongkok si majikan lagi berdiri. Tak lama, kak Rina menundukkan kepalanya lalu ingin menghisap adikku. Aku menahannya,
“Kak?! Ngapain di isep?! Jangan, kotor lho!” bentakku sambil menahan kak Rina.
“Gak apa apa, kontol kamu bersih kok. Udah kakak bersihin dari tadi. Ntar lebih enak kok dari pada yang kakak kocok kocokin. Bole ya?” Tanya kak Rina.
“Oh ya? Yaudah boleh kok kak silahkan..”
Dan.. Urgh.. Sumpah sungguh nikmat tak berujung, kontolku dihisap isapnya dengan lembut betapa enaknya. Naik turun naik turun dia mengisap kontolku, Aku hanya bisa mendesah desah tak karuan karena kenikmatan ini. Terkadang kak Rina tersedak karena keasikan mengisap kontolku yang lumayan gede ini. Dan tiba tiba tubuhku kejang kejang, dan sepertinya gua kencing dan keluar sebuah cairan di dalam mulut kak Rina, gua yakin itu bukan air kencing gua.
“Aaaaah ssssshhhh…!!!” desah gua dengan keras.
“Uhuk.. Uhuk..” Kak Rani tersedak akan cairan tersebut lalu menelannya.
“Aah, tadi gua kencing ya? Lalu kenapa kakak telan?”
“Itu bukan air kencing, randi.. Itu Sperma. Enak lho kalau di telan tapi bagi cewe aja hehe.”
Kak Rina kembali mengisap isap kontolku dengan sangat cepat, padahal kontolku udah melemas tapi kembali tegang karena kak Rina mengisap isap kontolku. Tak lama Kak Rina berhenti dan duduk.
“Randi, sekarang giliran kamu ya..” ucap kak Rina sambil melepas celana pendeknya dan celana dalamnya. Betapa Indahnya Vagina kak Rina, Putih agak merah muda, dan rambut Vaginanya begitu tertata rapi mungkin karena sering dicukurnya.
“Anu.. Di apain kak?”
“Kamu masukin telunjuk kamu sambil kamu isep isep bagian tengahnya ini..”
“Oh.. Begitu.”
Sungguh aneh, di video ini gak ada. Jadi gua begitu gak tau caranya, di video gua lihat langsung kontol dimasukin ke vagina. Tapi gua ikuti aja permainan kak Rina. Gua masukin jari telunjuk gua pelan pelan ternyata masih sempit dan dia mendesah desah. “Ssssh.. Aaaah.. Terus Randi.. Lebih dalem..” ucap Kak Rina. Karena kak Rina minta lebih dalem gua berpindah jari, jadi gua masukin jari tengah gua. Gua masukin lebih dalem lagi karena udah sedikit longgar jadi lebih enak dimasukin. Lalu gua pelan pelan menjilati kelentitnya. Awalnya gua merasa jijik dan mau muntah tapi kelama lamaan rasa jijik itu hilang dan gua merasa nikmat, tak lama setelah itu dia kejang kejang seperti aku lalu ada sebuah cairan keluar dari vaginanya. Ternyata itu yang dinamakan tahap Orgasme ketika kejang kejang.
“Randi.. Tolong masukin kontolmu ke dalem vagina kakak sekarang..” pinta kak Rina
“O-.. Oke kak..”
Dan ini lah yang aku tunggu tunggu, aku perlahan memasukkan kontolku ke dalam vaginanya. Sedikit susah karena masih sempit, Perlahan lahan aku masukkan dan akhirnya JLEB seluruh kontolku masuk kedalam liang vagina kak Rina. Lalu ku mainkan seperti video yang aku tonton, tarik masuk tarik masuk berkali kali. Walaupun agak sedikit capek tapi begitu nikmat, ku genjot berulang ulang kali. Dia mendesah desah terus menerus.
“Sssh.. Aaah.. Aaah.. Terus Randi.. Terus.. Aaah.. Enak Randi.. Terus.. Sayang Aaah..”
Itulah kalimat yang masih mengiang ngiang di kepalaku sampai saat ini.
Tak lama setelah itu, dia orgasme untuk kedua kalinya. Sebuah cairan melumuri kontolku di dalam liang vagina kak Rina. Karena ada cairan, semakin mudah aku memainkan permainan genjotan ini. Semakin cepat ku genjot berulang ulang kali. Sambil ku genjot Kak Rina, Kak Rina menarik baju ku dan menciumiku. Aku membalas ciumannya sambil mengenjot kak Rina. Lalu kak Rina mendorong tubuhku dan kontolku terlepas dari vagina kak Rina. Kak Rina bangun dari posisi berbaring dan membuka baju kaos kuningnya itu dan membuka BHnya. Sumpah.. Betapa sedapnya pemandangan indah tubuh molek kak Rina ini.. kedua dadanya ini tidak begitu besar dan tidak begitu kecil. Ukuran standar, lalu dia menyuruhku menjilati dan menghisap kedua susunya itu. Aku pun menuruti, Aku menjilati susu bagian kirinya sedangkan susu kananya ku remas remas dengan tangan kananku. Begitu nikmat dan enak aku merasakan sensasi seperti ini seumur hidupku. Lalu dia menyuruhku berhenti dan meminta ku kembali memasukkan kontolku ke vaginanya. Kali ini aku sangat bersemangat, Ku naikkan kaki sebelah kirinya dan kuletakkan di bahu kananku. Ternyata benar melakukannya, ini mempermudah permainan genjotanku. Ku masukan kontolku ke dalam liang vagina kak Rina lalu ku genjot lagi berulang ulang kali.
“Randi.. Aaah.. Enak sayang.. Terus.. Buktikan kalau Randi sayang sama kakak.. Aaah..”
Ku genjot dengan semangat ketika mendengar ucapan sayang, dan ternyata kak Rina Orgasme untuk ke tiga kalinya. Betapa hebatnya dia bisa orgasme 3 kali sedangkan aku baru satu kali pas di isep kontolku sama dia. Semakin cepat genjotanku karena telah dibasahi oleh cairan vagina kak Rina. Tiba tiba tubuhku merasa kejang kejang dan CROT! Spermaku telah ku tembakkan ke dalam Vagina kak Rina. Seketika tubuhku lemas tak berdaya, Kak Rina juga lemas. Tetapi dia mengorek ngorek liang vaginanya dan mengisap sperma yang menempel di vaginanya. Kami berdua terkulai lemas dan baring bersampingan.
“Randi.. Betapa senangnya aku bisa bercinta denganmu.. Aku semakin sayang dengan kamu Randi..” Ucap kak Rina dengan menatap wajahku sambil mengelus lembut pipiku.
“Begitu juga aku, kak.. Semakin besar sayang Randi sama kakak..” ucapku dengan nada pelan ke kak Rina.
“Oh.. Randi..” kata kak Rani lalu menciumi bibirku lagi.
Jam pun menunjukkan pukul 9.30 malam. Kami pun bergegas mengenakan pakaian lalu membersihkan diri. Tiba tiba telpon rumah bordering dan ku angkat, ternyata ayah dan mama lembur. Kemungkinan pulang jam 12 malam. Mendengar itu, aku hanya terdiam dan mengajak kak Rina duduk di sofa di ruang tv. Kami menonton tv dan mengobrol ngobrol layaknya seperti sepasang sami istri.
“Randi, tadi sperma kamu masuk ke dalam vagina kakak.. Kalau kakak Hamil gimana?”
Aku tertegun diam, lalu aku berfikir sejenak.
“Randi? Jawab dong.. Kakak kepingin tahu, jawaban kamu. Apakah kamu benar mencintai kakak atau hanya sebagai pelampiasan semata?” Tanya kak Rina sekali lagi.
Lalu aku pun dengan bijak menjawab kak Rina sambil pelan.
“Aku siap kak mengawini dan menikahi kakak. Ini lah resiko ku, Apapun yang terjadi. karena aku benar benar sayang dan cinta sama kakak. Bukan karena nafsu , Aku cinta dan sayang sama kakak karena kita sudah banyak melalui kebersamaan ini.. Aku benar benar sayang sama kakak.” Jawabku dengan tegas sambil menatap wajah kak Rina.
“Randi.. inilah perkataan yang selalu kakak tunggu dari ucapan seorang pria. tiga tahun yang lalu ketika kakak berumur 15 tahun. Pacar kakak waktu itu berumur 17 tahun, dia telah memecahi perawan kakak dan kakak hamil. tetapi dia tidak mau mengawini kakak, dia malah lari tidak berani bertanggung jawab. Dan tak disangka, di saat umurmu yang masih muda ini. Randi berani bertanggung jawab..” Ucap kak Rina.
Awalnya aku hanya terdiam tetapi kak Rina langsung menciumi bibirku dan aku membalasnya dengan rasa sayang tanpa rasa nafsu.
Sampai sekarang, di umurku 18 tahun dan di umur Rina 22 tahun. Terkadang aku masih sering melakukan hubungan seks dengan dirinya, Aku bersyukur waktu aku berumur 14 tahun Spermaku masuk ke Vaginanya ternyata dia tidak hamil(mungkin ketika aku berumur 14 tahun, spermaku belom bisa membuahi) Jadi sekarang kalau aku mau ejakulasi aku tembak keluar agar aman.
Dan walaupun sekarang aku sudah memiliki banyak teman, dan aku sudah kuliah. Aku tetap masih menyayangi Rina dan aku tak pernah melupakannya walaupun aku sesibuk apapun. Karena, Rina lah yang selalu ada di setiap waktu ku. Susah senang ku dia selalu ada di sampingku.
Ada sih rasa sedikit kecewa terhadap kedua orang tuaku yang tak pernah memberikan perhatian lebih kepada anaknya. Tapi Aku sungguh benar benar menyayangi Rina walaupun status di keluargaku dia hanyalah pembantu, aku tak perduli. Yaa namanya juga Cinta pasti ada sedikit rasa Nafsu, dan itu sudah pasti Buta wuahahaha.